Powered By Blogger

Cari Blog Ini

Berpantun di tepian sepi


Kain sutra bertepian katun
tertumpah kecap karena siku
hati bimbang serasa menahun
tak mampu berucap karena ragu

Pungguk mana yang tak merindukan bulan
walau tahu tak mungkin kesana tanpa terbang
Hatiku bimbang tidak karuan
jikalau rasa ini tak kunjung hilang

Kambing berlari disergap hujan
berlari menuju tempat perlindungan
tak mungkin kusalahkan Tuhan
karena tak kudapat pintu harapan

tak akan kusesali maza lalu
dan tak akan kukhawatirkan masa depan
karena aku selalu tahu
aku ini SAHABAT SANG WAKTU

0 komentar: